Sisa Galian Proyek Drainase di Pamulang Bikin Resah, Dinas Sampaikan Permohonan Maaf

TANGERANG SELATAN, asrinews.com – Tanah galian sisa proyek pengerukan drainase di Jalan H. Rean, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dikeluhkan warga karena dibiarkan menumpuk dan memakan separuh badan jalan. Kondisi ini membuat jalan menjadi licin, terutama saat hujan, dan telah menyebabkan sejumlah pengendara tergelincir.

Dalam dua hari terakhir, hujan yang mengguyur Tangsel pada sore hari membuat kondisi jalan semakin berbahaya. Saat tim media melintas di lokasi pada Senin (8/9/2025) sore, tercatat ada dua pengendara yang terjatuh.

Baca juga:  Pemkot Tangsel Bangun Turap dan Bronjong di Kali Angke Serpong Utara untuk Atasi Banjir

Kejadian pertama dialami seorang ibu yang membawa anaknya. Anak tersebut menangis ketakutan setelah motor yang ditumpanginya tergelincir. Tak lama kemudian, seorang pengemudi ojek online juga mengalami nasib serupa di titik yang sama.

Salah seorang warga sekitar, Andi (35), mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.

“Sudah beberapa kali ada yang jatuh. Apalagi kalau hujan, jalan makin licin. Kami berharap dinas terkait segera membersihkan sisa tanah galian supaya tidak makan badan jalan dan membahayakan pengguna motor,” ujarnya.

Baca juga:  Ajak Masyarakat Berkolaborasi, Pemkot Buka Sayembara Desain Batik Tangsel

Menanggapi hal ini, Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel, Kemal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Sebelum memasuki area lokasi kerja, ada pemberitahuan. Jika di tengah-tengah ada yang jatuh, kami mohon maaf. Kepada warga, kami himbau agar mematuhi informasi yang terdapat di lokasi pekerjaan saat melintas, dan menjaga ketertiban berlalu lintas,” kata Kemal.

Kemal menambahkan bahwa pihaknya melalui supervise proyek telah menegur pelaksana pekerjaan agar mempercepat penanganan sisa galian.

Baca juga:  Gedung Layanan Informasi untuk Jurnalis di Tangsel Sudah Bisa Difungsikan, DCTKR Dapat Applause Ketua DPRD

“Saat digali pagi hingga siang, pengangkatan tanah juga dikerjakan, namun sedikit lambat karena truk yang mengangkut material harus bersinggungan dengan kendaraan lain akibat sempitnya badan jalan. Jika tidak diangkut, tanah tersebut akan mengganggu saat pemasangan u-ditch di malam hari,” jelasnya.

Warga berharap pihak dinas segera menindaklanjuti keluhan ini dengan membersihkan sisa tanah dan memastikan area jalan kembali aman dilalui.